Komposisi Kimia Material Merapi 2010 Masih Sama dengan 2006

12 November 2010 chemistpoenablog

Letusan Gunung Merapi pada 2010 ini lebih besar daripada pada 2006 lalu. Namun demikian komposisi kimia material yang dilontarkan Merapi masih sama dengan letusan pada 2006.

“Jadi komposisi magma tidak jauh dari 2006. Tapi volumenya jauh lebih besar,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Sukhyar kepada detikcom, Jumat (5/11/2010).

Selain itu, kandungan gas yang ada di perut Merapi juga lebih besar. “Kandungan silika 57 persen. Sama dengan 2006,” lanjut Sukhyar.

Apakah letusan yang berbeda dari 2006 karena magma berasal dari kantong magma yang berbeda? “Kantong magma Merapi ada di sekitar 3 km dari puncak. Tapi yang penting adalah volume magma lebih besar dan kandungan gas lebih besar sehingga letusannya juga lebih besar,” ucap Sukhyar.

Menurut dia, kini beberapa alat pemantau deformasi Gunung Merapi tidak dapat berfungsi akibat awan panas. Pengambilan sampel gas yang biasa dilakukan di dekat puncak Merapi pun tidak bisa dilakukan akibat daerah bahaya Merapi yang diperluas.

“Untuk Gunung Merapi ada alat seismik, pemantau deformasi, juga ada pencatat gas. Tapi tidak semua berfungsi. Yang deformasi tidak berfungsi karena awan panas, pengambilan sampel gas di puncak juga tidak mungkin sekarang ini,” lanjut Sukhyar.

Meski demikian, menurut dia, alat seismik terus bekerja. Dalam kondisi seperti sekarang ini, alat seismik sudah bisa memberi banyak informasi terkait aktivitas Merapi.

“Seismik terus bekerja. Dan itu ada di stasiun (stasiun pemantau) yang banyak. Anda bisa lihat sendiri, alat yang kita punya sudah seperti milik Amerika Serikat,” ucap Sukhyar.

Disampaikan dia, beberapa alat yang kini tidak berfungsi akan segera dipulihkan. Namun dia menegaskan, saat ini alat seismik pun telah mampu mengetahui aktivitas Merapi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kesalahan pemantauan maupun informasi.

“Alat seismik itu yang memantau kelakuan denyut jantung Gunung Merapi. Kita tahu bagaimana Merapi dengan melihat denyutnya,” jelas Sukhyar.(Sumber: detikNews.com)

Entry Filed under: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Categories

Artikel Belajar kimia Info kita Welcome

Latest Post

Calender

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Des »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Join my Facebook

 
%d blogger menyukai ini: