PENEMUAN TERBARU DI BIDANG KIMIA

Penemuan Terbaru : Air Elastis

Di Bidang Ilmu Kimia, Penemuan Terbaru dalam Maret 11, 2010 pada 12:31 pm

Ilmuwan Jepang telah menciptakan “air elastis.”

Dikembangkan di Tokyo University, materi baru ini sebagian besar terdiri atas air (95%) dengan tambahan dua gram tanah liat dan bahan organik. Menyerupai zat yang dihasilkan agar-agar atau gel, namun sangat elastis dan transparan.


Penemuan ini awalnya terungkap minggu lalu dalam edisi terbaru majalah ilmiah Nature. Menurut para ilmuwan Jepang, bahan baru ini sangat aman untuk lingkungan dan manusia, dan sangat mungkin untuk menjadi salah satu media penting dalam teknologi kedokteran untuk menolong yang terluka atau menyelesaikan pembedahan yang aman (seperti menggantikan bagian-bagian tubuh yang dipotong).

Bahkan dengan meningkatkan densitasnya, material baru ini dapat digunakan untuk menghasilkan “bahan plastik ekologis,” atau bisa menggantikan plastik sama sekali. Tahap ini masih dalam penelitian hingga September 2010. Namun jika berhasil, para ilmuwan mungkin telah menemukan sebuah terobosan untuk membuat dunia sedikit lebih hijau.

Sumber : http://www.jepang.net

Add a comment 3 Desember 2010

UNSUR TRANSISI

Definisi : Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.

Konfigurasi elektron Cr bukan (Ar) 3d4 4s2 tetapi (Ar) 3d5 4s1. Demikian halnya dengan konfigurasi elektron Cu bukan (Ar) 3d9 4s2 tetapi (Ar) 3d10 4s1. Hal ini berkenaan dengan kestabilan orbitalnya, yaitu orbital-orbital d dan s stabil jika terisi penuh, bahkan 1/2 penuh pun lebih stabil daripada orbital lain.

Add a comment 19 November 2010

Komposisi Kimia Material Merapi 2010 Masih Sama dengan 2006

Letusan Gunung Merapi pada 2010 ini lebih besar daripada pada 2006 lalu. Namun demikian komposisi kimia material yang dilontarkan Merapi masih sama dengan letusan pada 2006.

“Jadi komposisi magma tidak jauh dari 2006. Tapi volumenya jauh lebih besar,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Sukhyar kepada detikcom, Jumat (5/11/2010).

Selain itu, kandungan gas yang ada di perut Merapi juga lebih besar. “Kandungan silika 57 persen. Sama dengan 2006,” lanjut Sukhyar.

Apakah letusan yang berbeda dari 2006 karena magma berasal dari kantong magma yang berbeda? “Kantong magma Merapi ada di sekitar 3 km dari puncak. Tapi yang penting adalah volume magma lebih besar dan kandungan gas lebih besar sehingga letusannya juga lebih besar,” ucap Sukhyar.

Menurut dia, kini beberapa alat pemantau deformasi Gunung Merapi tidak dapat berfungsi akibat awan panas. Pengambilan sampel gas yang biasa dilakukan di dekat puncak Merapi pun tidak bisa dilakukan akibat daerah bahaya Merapi yang diperluas.

“Untuk Gunung Merapi ada alat seismik, pemantau deformasi, juga ada pencatat gas. Tapi tidak semua berfungsi. Yang deformasi tidak berfungsi karena awan panas, pengambilan sampel gas di puncak juga tidak mungkin sekarang ini,” lanjut Sukhyar.

Meski demikian, menurut dia, alat seismik terus bekerja. Dalam kondisi seperti sekarang ini, alat seismik sudah bisa memberi banyak informasi terkait aktivitas Merapi.

“Seismik terus bekerja. Dan itu ada di stasiun (stasiun pemantau) yang banyak. Anda bisa lihat sendiri, alat yang kita punya sudah seperti milik Amerika Serikat,” ucap Sukhyar.

Disampaikan dia, beberapa alat yang kini tidak berfungsi akan segera dipulihkan. Namun dia menegaskan, saat ini alat seismik pun telah mampu mengetahui aktivitas Merapi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kesalahan pemantauan maupun informasi.

“Alat seismik itu yang memantau kelakuan denyut jantung Gunung Merapi. Kita tahu bagaimana Merapi dengan melihat denyutnya,” jelas Sukhyar.(Sumber: detikNews.com)

Add a comment 12 November 2010

KIMIA INTI..

Kimia Inti
Oleh Andy Adom
Dalam tulisan ini, kita akan mempelajari mengenai gejala radioaktivitas yang terjadi pada beberapa isotop, mempelajari radioaktivitas dan peluruhan radioaktif, mempelajari tentang partikel-partikel yang terlibat dalam peluruhan radioaktif, memahami konsep waktu paruh, mempelajari dasar-dasar reaksi fusi dan fisi isotop, serta mempelajari beberapa efek positif maupun negatif penggunaan zat radioaktif dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memahami kimia inti, kita perlu mengetahui struktur dasar atom (lihat : Perkembangan Teori Atom dan Konfigurasi Elektron). Inti merupakan padatan pada pusat atom yang berisi proton dan neutron. Sementara itu, elektron berada di luar inti, yaitu pada tingkat-tingkat energi tertentu (kulit atom). Proton bermuatan positif, neutron tidak bermuatan, dan elektron bermuatan negatif. Atom yang bersifat netral mengandung jumlah proton dan elektron sama, tetapi jumlah neutron suatu atom pada unsur dapat bervariasi. Atom dari unsur-unsur yang sama dan memiliki jumlah neutron yang berbeda disebut sebagai isotop.
(lebih…)

Add a comment 8 Oktober 2010

Tabel Periodik Unsur

Gambar di atas adalah gambar sistem periodik unsur, semoga bisa membantu dalam belajar kimia..

1 komentar 1 Oktober 2010

Peningkatan Keasaman Laut dapat Menulikan Lumba-lumba

 

 

Dewasa ini sangat banyak kegiatan manusia yang menyebabkan polusi udara, tanah dan air, yang disebabkan oleh limbah pabrik, industri, asap kendaraan, dan banyak lagi. Salah satu contoh adalah semakin banyak karbon dioksida memasuki atmosfer bumi, maka karbondioksida yang kita hasilkan sehari-hari dapat menyebabkan hujan asam dan juga meningkatkan kadar keasaman laut menjadi lebih asam. Pada kenyataannya, peningkatan keasaman telah disalahkan untuk segala sesuatu dari membunuh karang yang membantu ganggang dan bahkan membantu ukuran kekuatan tulang telinga ikan. Tapi perubahan kimia laut juga dapat mengubah penyerapan bunyi dalam ekosistem laut, menurut Koran  yang diterbitkan secara online hari minggu dalam laporan natrure geoscience ( Scientific American is part of Nature Publishing Group),bahwa perubahan kimia laut yang membuat lebih banyak keributan untuk binatang-binatang yang bergantung pada bunyi untuk menelusuri kedalaman air.

Saat ini yang paling diperdebatkan adalah kurangnya klasifikasi para peneliti terhadap dampak negative peningkatan keasaman laut, yang dipimpin oleh Tatiana Ilyina School of Ocean dan Bumi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Universitas Hawaii di Honolulu, menulis. “Namun, yang kurang diperhatikan dari peningkatan keasaman air laut adalah efeknya pada penyerapan bunyi di bawah laut. Ketika air laut menjadi lebih asam berkat sebagian besar yang dihasilkan oleh manusia adalah konsentrasi karbondioksida dari bahan kimia-bahan kimia penyerap suara (seperti peluruhan magnesium sulfat{MgSO4} dan asam borat{H3BO3}), maksudnya suara, terutama frekuensi rendah bergemuruh (hingga 5.000 hertz) , dengan jarak tempuh  lebih jauh.

Dengan Menggunakan karbon dioksida model output dan lautan di dunia, para peneliti menemukan bahwa penyerapan suara bisa jatuh oleh sekitar 60 persen pada lintang tinggi dan kedalaman air dalam tiga abad berikutnya. Menambahkan frekwensi suara yang r lebih rendah dari kegiatan kelautan manusia, seperti konstruksi, perkapalan dan sonar, dan anda akan benar-benar mendapatkan hiruk pikuk keributan bagi banyak penghuni dalam laut.

Para penulis di Negara-negara barat menyimpulkan, “Mereka memperkirakan bahwa selama abad kedua puluh satu, kimia penyerapan suara dalam rentang frekuensi ini [100-10 hertz] akan hampir membagi dua di beberapa daerah yang mengalami gangguan signifikan terpancar dari kegiatan industri,”. Beberapa keributan pada frekwensi rendah disebabkan secara alami oleh ombak dan hujan di permukaan laut dan juga oleh hewan itu sendiri.” Namun, para penlis mencatat, “tingkat ketinggian suara pada frekuensi rendah memiliki sejumlah perilaku dan efek biologis pada kehidupan laut, termasuk kerusakan jaringan, massa dari cetacean (sejenis mamalia / paus dan lumba-lumba) terdampar dan kehilangan pendengaran sementara pada lumba-lumba.

Tentu saja peningkatan perambatan suara juga membantu ketajaman aural beberapa binatang. Seperti mengirimkan rambatan komunikasi paus lebih jauh dari pada sekarang. .Ada bukti bahwa, spesies laut harus disesuaikan dengan berbagai tingkat kebisingan.

(Sumber: Chem-is-try.org)

Add a comment 24 September 2010

LAPISAN OZON KITA..

WASHINGTON – Lubang pada lapisan ozon sedikit demi sedikit berhasil ditambal berkat kegigihan para pembuat kebijakan yang sangat peduli akan nasib Bumi. Namun dalam laporan terbaru, disebutkan bahwa upaya penambalan lubang ozon justru berkontribusi terhadap percepatan proses pemanasan global.

Times of India, Rabu (27/1/2010), kehadiran lubang pada ozon berdampak pada pembentukan awan basah yang warnanya lebih terang dari awan biasa yang melindungi kawasan Antartika, dan disebabkan emisi gas rumah kaca dua dekade lalu.

“Pemulihan untuk menambal lubang tersebut akan berdampak kebalikannya. Pada dasarnya hal ini akan mempercepat proses pemanasan di belahan bumi bagian selatan,” kata ahli atmosfer dari University of Leeds, Ken Carslaw.

Lubang pada lapisan ozon ditemukan di angkasa wilayah Antartika pada pertengahan 1980. Temuan ini langsung menuai peringatan yang meluas secara global. Pasalnya, ozon memainkan peranan penting dalam melindungi kehidupan Bumi dari efek radiasi ultraviolet yang merusak.

Chlorofluorocarbons, bahan kimia pada lemari pendingin dan kaleng penyemprot aerosol dituding sebagai biang keladi kerusakan ozon. Di bawah protokol internasional pada 1987, berbagai negara serentak melarang penggunaan bahan tersebut guna memperbaiki lubang ozon di wilayah Antartika.

Peneliti lainnya, Judith Perlwitz dari University of Colorado menyebutkan, meski lapisan ozon berangsur pulih, emisi gas rumah kaca diperkirakan akan terus berkembang dan kian meluas.

Dia memprediksi bahwa peningkatan temperatur akan menyebabkan kecepatan angin turut meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini berdampak sama dengan efek pembentukan awan yang dimiliki lubang ozon saat ini.

“Masa depan Bumi tidak hanya ditentukan oleh perbaikan lubang ozon. Tapi perlu diperhatikan juga bahwa kita semakin meningkatkan penggunaan gas rumah kaca yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin dari tahun ke tahun,” tandasnya. (rah)

Source (http://techno.okezone.com/read/2010/01/27/56/298295/56/tambal-lubang-ozon-perparah-pemanasan-global)

Add a comment 23 Agustus 2010

WELCOME!!!!

Welcome to my fun blog…. Chemistry For Fun is the funiest blog for the chemistry’s lover.. We can learn chemistry with the funiest away…

Add a comment 20 Agustus 2010

Categories

Artikel Belajar kimia Info kita Welcome

Latest Post

Calender

Desember 2016
S S R K J S M
« Des    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Join my Facebook